Pages

Madonna Menemukan Kedamaian Dalam Islam

Kelahiran dan kematian anak perempuannya menjadi titik perubahan dalam hidupnya. Ketika tahu dirinya hamil, Madonna Johnson tahu bahwa dia akan menjadi orang tua tunggal. Jika kerana bukan rasa cinta, pengabdian dan dukungan dari ibunya, Madonna mungkin tidak akan pernah boleh menghadapi semua persoalan hidupnya.

Namun Madonna harus kehilangan putri yang baru dilahirkannya. Pada usia 5 bulan, bayinya meninggal akibat "Sudden Infant Death Syndrome" (SIDS) yang dalam dunia kedoktoran dikenal sebagai kematian tiba-tiba pada anak kecil yang tidak diketahui penyebabnya. Kematian anak perempuannya yang mendadak, membuat Madonna sangat berduka.

"Saya belum pernah mengalami rasa sakit seperti itu, panik dan merasa sangat hampa. Tapi ketika pemakaman, saya mengatakan pada orang-orang bahawa saya percaya sepenuh hati Tuhan tidak akan memberikan rasa sakit jika Dia tidak memiliki sesuatu yang luar biasa untuk saya di masa depan, apa yang harus saya lakukan adalah tetap berada di jalan yang benar dan Tuhan akan menunjukkannya begitu saya siap," ujar Madonna mengenang saat pemakaman bayinya.

Dia mengatakan ketika itu teman-temannya mengatakan bahawa dia akan bertemu dengan anakya lagi kelak. Madonna menanyakan bagaimana orang tahu bahwa dia akan masuk syurga? Hanya kerana dia seorang Kristian, tidak ada jaminan dia masuk syurga apalagi dia bukan seorang Kristian yang taat. Begitu banyak pertanyaan Madonna yang tak terjawab. Tanpa sedar dia mula mempertanyakan soal "satu agama yang benar" yang boleh menjaminnya masuk syurga untuk bertemu lagi dengan anaknya.

Madonna sejenak melupakan pertanyaan itu. Dia mendapat pekerjaan di sebuah bar di Indianapolis dan bertemu seorang perempuan yang kemudian menjadi sahabat baiknya. Temannya itu memiliki sejumlah bisnis, tapi bisnisnya tidak terlalu sukses. Suatu hari, temannya itu menanyakan apakah Madonna mahu pergi ke Malaysia. Dia mengatakan memerlukan tenaga Madonna untuk membeli busana model Malaysia, membuat foto-fotonya dan mencari sesesorang yang boleh menangani ekspor impor. Tanpa pikir panjang, Madonna menerima ajaka temannya itu.

"Saya tiba di Kuala Lumpur di pertengahan bulan Ramadan. Saya belum pernah mendengar soal agama Islam dan tidak tahu bahawa Malaysia adalah negara Muslim. Saya melihat hampir semua perempuan menutup kepalanya dengan tudung bahkan dalam cuaca yang sangat panas. Saya juga menyaksikan bagaimana orang-orang berusaha bersikap baik pada saya," tutur Madonna.

"Seorang sahabat yang sangat spesial menjelaskan pada saya bahawa Malaysia adalah negara Islam, dan Muslim meyakini jika mereka berbuat baik pada orang lain, Allah akan senang dan akan memberikan pahala bagi mereka di Hari Akhir nanti," sambungnya menirukan penjelasan sahabat spesialnya.

Di sisi lain Madonna melihat sisi negatif Islam, seperti pandangan orang-orang yang sebenarnya tidak banyak tahu tentang Islam. Ia lalu membeli beberapa buku Islam, termasuk Al-Quran dan mulai mempelajari Islam. Banyak pertanyaan yang diajukannya tentang ajaran Islam, misalnya; mengapa perempuan harus menutup seluruh tubuhnya kecuali tangan dan wajah, mengapa muslim sangat bahagia dan mahu berpuasa sepanjang siang hari, mengapa ada orang mahu berlapar-lapar dan itu membuat mereka bahagia? Madonna merasa tidak ada orang yang boleh berbahasa Inggris dengan baik untuk menjelaskan jawaban atas pertanyaan-pertanyaannya itu, sehingga Madonna memilih untuk mencarinya dalam Al-Quran.

"Semakin saya mendalami agama Islam, saya makin sering bertanya-tanya apakah ini jalan untuk bertemu dengan anak perempuan saya, apakah agama ini akan membawa saya ke surga?" imbuh Madonna.

Ganjalan terbesar bagi Madonna tentang Islam adalah perbezaan konsep Yesus (Nabi Isa) dalam Kristian dan Islam. Ia membayangkan betapa sulitnya menjelaskan pada keluarganya soal perbezaan itu. "Saya punya persoalan di sini, haruskah saya mengambil tentangan ini ... menjadi seorang muslim dan berjalan menuju syurga? Atau saya menolak kebenaran yang telah saya yakini dalam hati hanya kerana takut akan penentangan dari keluarga dan teman-teman saya ... dan hanya untuk tinggal di neraka selama-lamanya?" hati Madonna masih risau.

Fikiran apakah ia seharusnya segera masuk Islam atau tidak membuatnya merasa gelisah setiap hari. Bagi Madonna, keputusan itu tidak mudah. Islam bukan agama separuh waktu, seorang muslim sejati tidak mengikuti Islam satu kali seminggu. Islam adalah agama yang menyeluruh dengan tentangan dan perjuangan yang berat, tapi juga memberikan banyak keindahan. "Makin banyak Anda belajar dan memahami (Islam), semakin Anda menyedari bahawa Anda hanya harus memulai sebuah langkah, yang membuat Anda harus berusaha keras dan belajar lebih banyak lagi," ungkap Madonna.

Dan sampailah dia pada suatu hari dimana dia dengan mantap mengatakan,"Ok, saya yakin, saya akan masuk Islam" dan sejak itu segala keresahan dan kegundahannya sirna. "Alhamdulillah. Semua rasa pedih yang saya alami di masa lalu, termasuk rasa sakit akibat kematian anak saya, semuanya sirna. Tak ada lagi mimpi buruk dan saya merasakan kedamaian yang luar biasa," tandas Madonna.

Madonna mengunjungi PERKIM, sebuah organisasi muslim di Malaysia dan dia di sana  mengucapkan dua kalimat syahadat. "Hati saya diliputi kedamaian dan rasa cinta pada Allah Swt. Alhamdulillah," tegasnya.

"Tentu saja tentangan masih menghadang. Menjadi seorang muslim bukan bererti saya tidak menghadapi masalah. Tapi menjadi seorang muslim, saya punya solusi atas semua persoalan yang menghampiri saya, dengan mengikuti jalan kebenaran, jalan Islam. di hujung jalan ini, terbentang syurga, ada anak saya dan banyak kenikmatan lainnya."

"Segala puji bagi Allah Swt. yang telah membawa saya ke dalam kebenaran dan atas rahmat-Nya yang telah menjadikan saya seorang muslim," kata Madonna.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan